Inovasi Pendidikan di Usia Dewasa : Cerdas Cermat PKBM Al-Zaytun Membangun Generasi Berbudaya dan Berdaya Saing
Oleh : Ali Aminulloh
pkbmal-zaytun.sch.id – Ketika mendengar frasa “lomba cerdas cermat,” sebagian orang mungkin berpersepsi bahwa kegiatan ini “jadul” dan tak lagi relevan di era modern. Namun, bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun, lomba cerdas cermat yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 ini, justru menjadi upaya inovatif untuk mendorong budaya baca dan semangat belajar di kalangan warga belajar, yang mayoritas berusia di atas 45 tahun. Ini adalah sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana pendidikan dapat dikemas dengan cara yang menyentuh dan bermakna, bahkan di usia yang tidak lagi muda.
Pertandingan Cerdas Cermat ini diselenggarakan pada Sabtu, 5 Juli 2025, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Gedung PKBM – Bazar Al Zaytun. Hartono, S.Pd., selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa PKBM Al-Zaytun mengemas acara ini dengan sangat menarik, menggabungkan elemen ilmiah, pengajaran, dan permainan. Materi yang diujikan dibagi menjadi tiga kategori utama: Sejarah Indonesia Populer, Pengetahuan tentang Al-Zaytun dan PKBM, serta Matematika Praktis.
Materi Sejarah Indonesia Populer dirancang untuk menumbuhkan pemahaman warga belajar tentang perjalanan panjang bangsa dan menanamkan kecintaan mendalam terhadap tanah air yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata. Ini bukan sekadar hafalan tanggal dan nama, melainkan upaya untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme dalam diri setiap peserta.
Selanjutnya, materi tentang Al-Zaytun dan PKBM bertujuan untuk memperkuat rasa cinta dan bangga warga belajar terhadap almamater mereka. Dengan menguji pengetahuan seputar lingkungan belajar mereka, PKBM Al-Zaytun berharap dapat menciptakan ikatan emosional yang kuat antara peserta dengan institusi yang telah membimbing mereka.
Terakhir, materi Matematika Praktis dirancang untuk menguji kemampuan numerik warga belajar dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pertanyaan seputar penjumlahan, pembagian, perkalian, dan perhitungan praktis lainnya diharapkan dapat membiasakan warga belajar untuk hidup dengan perhitungan yang logis dan cermat. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa setiap ilmu yang didapat memiliki relevansi langsung dengan kehidupan mereka.
Lomba ini diikuti oleh peserta dari Paket A, B, dan C. Sebanyak satu regu mewakili Paket A, empat regu mewakili Paket B, dan tiga regu mewakili Paket C. Pertandingan dibagi menjadi dua sesi, yaitu babak penyisihan dan babak final.
Jalannya pertandingan diawali dengan seleksi di tingkat kelas, hingga terpilihlah finalis yang mewakili setiap level berdasarkan proporsi jumlah kelas. Dari babak penyisihan, muncullah empat grup finalis: satu dari Paket A, dua dari Paket B, dan satu dari Paket C. Lomba cerdas cermat ini diselenggarakan dengan penuh keceriaan. Modelnya yang menyerupai debat calon presiden menambah keseruan suasana. Panitia telah menyiapkan empat paket soal untuk setiap mata uji. Setiap peserta memilih undian terlebih dahulu, sehingga setiap grup bisa mendapatkan paket soal yang berbeda untuk setiap kategori, misalnya Grup A mendapat paket soal 1 untuk sejarah, paket soal 3 untuk Al-Zaytun dan PKBM, dan seterusnya. Soal-soal disajikan dalam bentuk pilihan pertanyaan, serta soal rebutan. Setiap tim menunjukkan antusiasme dan semangat kompetitif yang tinggi, dengan dewan juri dan panitia memastikan jalannya pertandingan berjalan adil dan tertib.
Tentu saja, ada banyak momen lucu yang tak terlupakan, terutama mengingat mayoritas peserta adalah “emak-emak” dengan segala keunikannya. Ada yang sudah menekan tombol jawaban, tapi tiba-tiba lupa apa yang ingin diucapkan, seolah ingatannya hilang ditelan bumi, bahkan hampir menitikkan air mata saking gemasnya. Ada pula yang berharap mendapat tambahan nilai, tapi justru skornya dikurangi. Kekeliruan mereka justru menjadi hiburan tersendiri bagi penonton. Itulah “The Power of Emak-emak” yang selalu bisa menghadirkan tawa dalam setiap situasi.
Setelah melalui persaingan yang ketat, berikut adalah hasil akhir pertandingan:
1. Juara 1 diraih oleh Kelas B 1 dengan skor 450.
2. Juara 2 diraih oleh Kelas B 4 dengan skor 170.
3. Juara 3 diraih oleh Kelas B 3 dengan skor 160.
4. Juara 4 diraih oleh Kelas A dengan skor 150.
Secara keseluruhan, pertandingan cerdas cermat berjalan dengan lancar dan sukses.
Epilog: Cerdas Cermat Sebagai Puncak Pendidikan Holistik
Lomba cerdas cermat ini, di luar kompetisi dan hadiahnya, mengajarkan pelajaran berharga yang jauh melampaui batas-batas buku. Ia menguji kecerdasan, pemahaman konteks, kekompakan tim, daya saing, dan kepercayaan diri. Semua nilai ini menyatu dalam sebuah bingkai pendidikan yang holistik. PKBM Al-Zaytun, melalui lomba cerdas cermat ini, ingin mengajarkan kepada warga belajarnya bahwa manusia yang berperadaban adalah mereka yang mampu menghargai ilmu pengetahuan, sanggup merebut peluang dengan daya saing tinggi, namun tetap menghargai aturan dan mengakui kelebihan orang lain.
Ini adalah tentang menghormati prestasi sesama dan mensyukuri kelebihan yang dimiliki diri sendiri. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan, kerja sama tim, serta semangat berkompetisi secara sehat di kalangan peserta. Dengan demikian, setiap warga belajar diharapkan tetap berada dalam koridor moto Al-Zaytun: “Pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi.” Lomba ini bukan hanya tentang siapa yang paling pintar, melainkan tentang bagaimana setiap individu tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, berakhlak mulia, dan siap menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat, selaras dengan semangat kemerdekaan yang terus diperjuangkan.
