Bukber JKI Dan Kehangatan Silaturahmi Tutor PKBM Al-Zaytun
Indramayu,pkbmal-zaytun.sch.id – Ramadhan selalu menghadirkan ruang untuk kembali merawat persaudaraan. Pada Selasa, 10 Maret 2026, bertepatan dengan hari ke-20 Ramadhan, ratusan anggota Jama’ah Ka’batullah Indonesia (JKI) berkumpul di kediaman Kurnoto, SE, di Blok Cipedang Bunder, Desa Mekarjati, Kecamatan Haurgeulis. Sekitar 350 jamaah hadir dalam sebuah tradisi yang terus dijaga: buka bersama sebagai sarana mempererat silaturahmi antar anggota JKI.
Kegiatan bukber ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi program yang digilir dari satu wilayah ke wilayah lain. Kadang diselenggarakan di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kota Indramayu, hingga wilayah Indramayu Barat. Pola bergiliran ini membuat setiap anggota memiliki kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus memperkuat hubungan kekeluargaan di antara jamaah.
Sore itu suasana terasa hidup. Jamaah dari berbagai daerah berdatangan sejak menjelang petang. Halaman rumah tuan rumah dipenuhi percakapan hangat dan wajah-wajah penuh kerinduan untuk kembali bertemu.
Acara dimulai tepat pukul 17.00 WIB dan dipandu oleh Joko Sairan, SH, Tutor PKBM Al-Zaytun, yang membuka kegiatan dengan basmalah. Dalam sambutannya, Kurnoto, SE selaku tuan rumah dan ketua panitia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para pengurus serta jamaah JKI wilayah Indramayu Barat. Ia juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun hidangan.

Menurutnya, kegiatan bukber seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar makan bersama. Ia menjadi ruang untuk mempererat hubungan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kekompakan antar anggota JKI.
Suasana semakin khidmat ketika Latif WH, perwakilan Syaykh dari Ma’had Al-Zaytun, menyampaikan tausiyah tentang pentingnya silaturahmi. Dalam pesannya ia menegaskan bahwa silaturahmi bukan hanya tradisi sosial, tetapi juga bagian dari ajaran yang diyakini dapat memperpanjang umur dan membuka pintu rezeki.
Menjelang azan Maghrib, seluruh jamaah memanjatkan doa bersama. Setelah itu hidangan berbuka dibagikan kepada para tamu. Mereka berbuka dalam suasana penuh keakraban—warga dari Haurgeulis, Gantar, Tukdana, Kopyah, Anjatan, hingga Indramayu duduk berdampingan, menikmati hidangan sambil berbincang ringan.
Di tengah kebersamaan itu, tampak pula beberapa tutor, alumni, dan warga belajar PKBM Al-Zaytun yang hadir baik sebagai panitia maupun tamu undangan. Kehadiran mereka menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Beberapa alumni bahkan kini aktif di tengah masyarakat, memanfaatkan ilmu yang pernah mereka dapatkan selama belajar. Ada yang menjadi guru PAUD, ada pula yang aktif memimpin kegiatan keagamaan di lingkungannya.
Bagi para tutor, melihat alumni berkembang dan berperan di masyarakat merupakan kebahagiaan tersendiri. Pendidikan yang pernah diberikan ternyata tidak berhenti di ruang belajar, tetapi terus hidup dalam aktivitas sosial dan keagamaan di masyarakat.
Tak terasa waktu berbuka berlalu begitu cepat. Setelah menikmati hidangan dan berbincang hangat, acara ditutup pada pukul 18.20 WIB dengan hamdalah.
Para jamaah kemudian kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan syukur. Bukber hari itu bukan sekadar pertemuan, tetapi menjadi pengingat bahwa silaturahmi adalah kekuatan yang menyatukan komunitas. Sebuah tradisi sederhana yang terus dijaga oleh keluarga besar JKI dari Cirebon hingga Indramayu Barat.
Dan di tengah kebersamaan itu, kehadiran Tutor PKBM Al-Zaytun menjadi bagian dari cerita tentang pendidikan, persaudaraan, dan pengabdian yang tumbuh di tengah masyarakat.**
Penulis : Sri Wahyuni, S.Pd.
