Di Indramayu. Ada program JAKET

Kamis 29 april 2021 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Indramayu diselenggarakan pembinaan Kepala PKBM se Indramayu oleh Kepala Dinas Pendidikan Indramayu H. Caridin, S.Pd. MSi.

Kepala dinas di dampingi Kabid Pendidikan Non Formal, Sukanto, SPd.M.MPd dan Kasi Pendidikan Kesetaraan, Nanang Suhana, S.Pd. M.Mpd menyampaikan arahan mengenai program Jaket.

Jaket kependekan dari program Kejar Paket merupakan salah satu dari 10 program unggulan Bupati baru Nina Agustina. Dengan program jaket diharapkan dapat mendongkrak Ipm Indramayu.

Indeks pendidikan indramayu kini baru mencapai angka 6,1. naik dari tahun lalu 5.9. Artinya penduduk indramayu yg berusia 25 tahun keatas rata rata lama sekolah nya baru 6,1 tahun atau sama dengan lulsan SD.


Maka PKBM memiliki peran strategis untuk medongkrak indeks pendidikan masyarakat indramayu.

Program Jaket adalah program pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat Indramayu yg belum berkesempatan mengenyam pendidikan formal.

Ayo sekolah..
Bersama PKBM kita hantarkan masyarakat menjadi manusia yg sehat cerdas dan manusiawi.

Baca Juga :  Pesan kesan warga belajar PKBM Al - Zaytun saat Pak Camat Gantar, Indramayu berkunjung ke PKBM Al – Zaytun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Releated

Kartini dan Kemerdekaan Sejati: Dari Pingitan Menuju Merdeka Ruh, Fikir, dan Ilmu

Kartini dan Kemerdekaan Sejati: Dari Pingitan Menuju Merdeka Ruh, Fikir, dan Ilmu

Oleh : Ali Aminulloh pkbmal-zaytun.sch.id – Setiap tahun kita merayakan Kartini: tapi diam-diam, kita juga melupakannya. Kita mengenakan kebaya, tetapi menanggalkan keberanian. Kita mengulang namanya, tetapi tidak melanjutkan pikirannya. Ironisnya, semakin sering diperingati, semakin tipis maknanya. Lalu pertanyaannya sederhana tapi menohok: apakah kita benar-benar merayakan Kartini, atau hanya merayakan kenyamanan tanpa perubahan? Di tengah tema […]

1.“Masihkah Kita Sadar, atau Bumi yang Lebih Dulu Menyerah?”

“Masihkah Kita Sadar, atau Bumi yang Lebih Dulu Menyerah?”

(Refleksi Hari Bumi Internasional, 22 April) Oleh: Ali Aminulloh pkbmal-zaytun.sch.id – Pagi 22 April selalu datang seperti biasa: matahari tetap terbit, langit tetap terbentang. Tapi di balik ketenangan itu, bumi menyimpan luka yang tak lagi bisa disembunyikan. Hari Bumi bukan sekadar peringatan, melainkan pengingat keras bahwa di saat manusia sibuk membangun peradaban, ia juga sedang […]