PKBM Al-Zaytun Tingkatkan Kompetensi Tutor untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas
pkbmal-zaytun.sch.id – Peningkatan mutu pendidikan merupakan proses yang tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas pendidiknya. Menyadari pentingnya peran tutor sebagai ujung tombak proses pembelajaran, PKBM Al Zaytun menyelenggarakan kegiatan Up Grading Tutor dengan tema “Peningkatan Kompetensi Tutor dalam Membangun Pendidikan yang Berkualitas.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Basemen Ali Mahad Al Zaytun, dan diikuti oleh 46 orang tutor yang berasal dari berbagai bidang pembelajaran di lingkungan PKBM Al Zaytun.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PKBM Al Zaytun dalam membangun budaya peningkatan kompetensi secara berkelanjutan (continuous professional development). Dalam menghadapi perubahan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi, serta dinamika kebutuhan peserta didik, tutor dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas akademik, profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadiannya agar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Pada sesi pertama, Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E. menyampaikan materi mengenai “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Kegiatan Pendidikan.” Dalam paparannya dijelaskan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial telah mengubah paradigma pembelajaran dari sekadar penyampaian informasi menuju pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan berbasis data. AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tutor, tetapi menjadi instrumen strategis yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, mempercepat penyusunan perangkat ajar, membantu evaluasi, mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, serta memperluas akses peserta didik terhadap berbagai sumber belajar. Oleh karena itu, tutor perlu memiliki literasi digital yang baik sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan karakter yang menjadi ruh pendidikan.
Pada sesi berikutnya, Prof. Dr. Sujarwo, M.Pd. menyampaikan materi “Peningkatan Kompetensi Tutor dalam Membangun Pendidikan Berkualitas di Mahad Al Zaytun.” Menurut beliau, kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas tutor sebagai pelaksana utama proses pendidikan. Tutor tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan, evaluator, sekaligus inovator. Keenam peran tersebut harus berjalan secara terpadu agar mampu menghasilkan proses pendidikan yang efektif dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.
Prof. Sujarwo menjelaskan bahwa sebagai pendidik, tutor bertugas mentransformasikan ilmu pengetahuan melalui pembelajaran yang aktif, mendalam, dan kontekstual. Sebagai pembimbing, tutor mendampingi peserta didik dalam mengatasi berbagai persoalan akademik maupun perkembangan pribadi. Sebagai motivator, tutor membangun semangat belajar serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif. Sebagai teladan, tutor menghadirkan nilai-nilai akhlak, integritas, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik memperoleh pendidikan karakter melalui keteladanan. Sebagai evaluator, tutor melakukan penilaian secara komprehensif terhadap perkembangan peserta didik untuk menjamin ketercapaian tujuan pembelajaran. Sementara sebagai inovator, tutor dituntut terus mengembangkan metode pembelajaran, memanfaatkan teknologi digital, dan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tutor memerlukan dukungan ekosistem kelembagaan yang kuat. Faktor-faktor seperti kepemimpinan yang visioner, program pelatihan yang berkelanjutan, budaya belajar organisasi, ketersediaan sarana dan prasarana, dukungan teknologi informasi, serta sistem penghargaan bagi tutor berprestasi merupakan prasyarat penting bagi lahirnya tutor yang profesional. Sebaliknya, berbagai hambatan seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan awal tutor, keterbatasan anggaran, rendahnya literasi digital, dan resistensi terhadap perubahan harus diantisipasi melalui strategi pengembangan yang sistematis dan berkelanjutan.
Sebagai solusi, Prof. Sujarwo menawarkan model Sistem Pengembangan Kompetensi Tutor Terpadu, yang meliputi pemetaan kompetensi tutor, pelatihan berbasis kebutuhan (Training Needs Analysis), pemanfaatan platform pembelajaran digital, supervisi akademik yang berkesinambungan, serta penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi. Menurutnya, pengembangan kompetensi tidak boleh dipahami sebagai kegiatan sesaat, tetapi harus menjadi budaya organisasi yang terus berkembang mengikuti perubahan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Beliau juga menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi tutor akan memberikan implikasi yang luas terhadap mutu pendidikan. Tutor yang kompeten akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran, memperbaiki prestasi akademik peserta didik, memperkuat pembentukan karakter, meningkatkan kepuasan orang tua, memperkuat daya saing lulusan, serta membangun reputasi lembaga pendidikan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, investasi terbesar sebuah lembaga pendidikan sesungguhnya adalah investasi dalam pengembangan kualitas pendidiknya.
Mengakhiri paparannya, Prof. Dr. Sujarwo menyampaikan sebuah refleksi yang menjadi penegasan arah pengembangan pendidikan di era modern.
“Peningkatan kompetensi tutor bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi strategis untuk melahirkan generasi Rabbani yang adaptif terhadap perubahan zaman.”
Kegiatan Up Grading Tutor PKBM Al Zaytun ini diharapkan menjadi titik awal penguatan budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh tutor. Dengan meningkatnya kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian tutor, PKBM Al Zaytun optimistis mampu terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. Pada akhirnya, kualitas tutor yang terus berkembang akan menjadi fondasi utama dalam melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan peradaban.
Oleh: Ali Aminullah (Direktur PKBM AL-ZAYTUN)


